Cara mencapai kebebasan finansial dalam satu tahun

Mencapai kebebasan finansial dalam satu tahun

Manusia hidup harus memiliki tujuan. Begitu lahir tak semua orang lahir dari keluarga kaya raya. Banyak yang harus berjuang keras hanya untuk bisa makan tiap harinya. Itu masih beruntung, ada juga yang sejak lahir sudah harus menanggung hutang besar orang tua atau keluarganya.

Agar dapat hidup tenang dan nyaman hingga saat tua dan tak membebani anak cucu dan justru kalau bisa meninggalkan warisan yang banyak bagi anak cucu maka perlu pandai-pandai dalam mengatur keuangan.

Bisa contoh cara orang tionghoa mengatur keuangan, yang sangat berprinsip hemat sejak kecil, ibarat kata hanya akan makan bubur hingga sudah kaya baru akan makan nasi. Jadi tak akan berfoya-foya jika memang tak ada uang lebih. Sejak kecil harus sudah diajarkan agar bisa mencapai kebebasan finansial secepat mungkin, sehingga bisa pensiun muda.

Jangan sampai seumur hidup diperbudak uang. Jadilah tuan bagi uang. Berikut ini ialah tips mencapai kebebasan finansial dalam satu tahun.

Apa itu Kebebasan Finansial

Bebas finansial artinya bisa hidup tanpa perlu bekerja lagi, atau istilah lainnya ialah pensiun, yang kalau bisa dicapai sejak masih muda. Sehingga tak ada keterpaksaan dalam bekerja.

Jika melakukan suatu pekerjaan maka itu hanya untuk hal-hal yang sesuai hobinya dan lebih kepada untuk mengisi waktu saja, tak ada rasa terpaksa demi menyambung hidup. Perlu cara mengatur keuangan pribadi yang baik untuk bisa mencapainya. Syarat untuk bisa lepas dari beban finansial sejak muda ialah harus menguasai cara mengelola keuangan dengan baik.

Tips dan Kiat Sukses Atur Keuangan

Berikut ini beberapa tips dan kiatnya.

Wirausaha

Jangan bercita-cita menjadi pegawai seumur hidup. Kebebasan finansial akan bisa dicapai dengan cepat jika memiliki kecerdasan finansial dalam kewirausahaan. Berwirausaha mampu memberi peluang untuk melakukan lompatan besar dalam meraih keuntungan, meski ada juga risikonya.

Kelebihan melakukan wirausaha ialah bisa dilakukan tanpa modal uang, hanya perlu kejujuran dan ketekunan serta kerja keras agar bisa mendapat kepercayaan dan pelanggan. Tekuni jenis usaha yang cocok sesuai passion atau minatnya dan bidang usaha yang dikuasai.

Jika telah menemukan jenis usaha yang cocok maka keuntungannya akan sangat luar biasa, dan bisa dicapai dalam waktu yang singkat bahkan kurang dari satu tahun. Namun perlu kuasai dulu cara mengelola keuangan usaha dan juga ilmu tentang cara menghitung laporan keuangan. Sehingga tak akan salah kelola usaha hingga merugi dan bahkan sampai terlilit hutang. Cara ini bisa dipelajari sejak kecil.

Mulai Sejak Dini

Didik anak sejak kecil untuk mulai berinvestasi. Menanamkan jiwa wirausaha juga sebaiknya dimulai dari kecil. Bisa ajari anak agar tak malu berjualan berbagai alat tulis atau cemilan kepada teman-teman sekolahnya atau teman mainnya.

Ajari anak juga untuk bisa memisahkan antara berbisnis dengan bersedekah. Jika memang ada teman anak yang tidak mampu maka ajari anak untuk bersedekah, tapi bagi teman-temannya yang mampu maka ajari cara berbisnis dengan benar.

Termasuk cara menjaga kepuasan pelanggan. Dari sebagian keuntungan yang telah diperoleh maka bisa disisihkan untuk sedekah dan sebagian lagi untuk ditabung guna memperbesar modal usaha, baru sisanya dapat dibelanjakan untuk membeli barang yang diidam-idamkan.

Bisnis terkait trend

Sejak dini ajari anak cara mengelola uang dengan benar. Apalagi setelah anak beranjak remaja. Perlu juga dibekali dengan cara mengatur keuangan pribadi remaja. Ajari anak untuk menciptakan trend, bukannya justru menjadi boros karena mengikuti trend yang diciptakan oleh orang lain.

Bisnis terkait trend adalah sumber mata uang melimpah yang akan terus mengalir memenuhi kantong. Sebagai contoh ialah para remaja artis dan youtuber atau selebgram, mereka berhasil menciptakan dan menjual trend.

Jadilah ikon di tiap generasi masing-masing, maka itu akan menjadi peluang bisnis yang tak akan pernah habis. Ajari anak menekuni bisnis yang sesuai dengan hobinya, sehingga anak akan merasa senang dalam menjalaninya, dan tak ada rasa terpaksa.

Berikan pengalaman senangnya bisa menghasilkan uang sendiri dan meraih keuntungan dari hasil kerja kerasnya.

Investasi sejak Awal

Selain melakukan wirausaha maka biasakan juga sejak kecil untuk melakukan investasi. Bedakan antara investasi dengan menabung. Tujuan menabung ialah lebih pada mengumpulkan uang, sedangkan berinvestasi tujuannya ialah mengembangkan nilai dan daya beli uang yang dimiliki.

Berinvestasi ialah ibarat berperang melawan inflasi yang dari waktu ke waktu menggerogoti nilai daya beli uang. Sejak anak mencapai usia dewasa 17 tahun, dan telah memiliki KTP sendiri dan mulai bisa membuka rekening di bank atas nama sendiri, maka segera buatkan deposito di BPR, senilai 7,5 juta rupiah di tiap BPR yang ada di dekat tempat tinggal.

Kelipatannya tergantung kemampuan tiap orang tua pada saat itu, jadi bisa buatkan anak deposito mulai dari di 1 BPR hingga 11 BPR atau lebih. Mengapa per 7,5 juta Rupiah, hal ini karena merupakan batas maksimal deposito bebas pajak, sehingga hasil depositonya bisa maksimal, dan mengejar real inflasi yang tinggi, karena masih ada biaya administrasi dan lain sebagainya.

Lalu mengapa di BPR bukan di bank umum, hal ini karena rate suku bunga yang dijamin LPSK di BPR yang lebih tinggi daripada bank umum. Padahal sama-sama amannya dan diawasi OJK juga dijamin oleh LPSK.

Bunga deposito

Suku bunga deposito bisa diambil tiap bulan untuk dipergunakan berbagai keperluan. Jadi bisa seperti memiliki gaji bulanan tanpa harus kerja. Mengatur keuangan rumah tangga pun akan mudah dengan berpatokan pengeluaran tiap bulan yang usahakan agar tak melebihi hasil seluruh deposito bulanan di berbagai BPR tersebut.

Lalu jika ingin lebih maka harus bekerja dan berwirausaha, atau perbanyak lagi depositonya di banyak BPR lagi. Ini cara investasi yang paling aman dan paling mendasar. Sehingga akan bisa terpenuhi kebutuhan bulanan minimal yang mendasar, tanpa harus bekerja, dan tak perlu akan terjerat hutang pada suatu waktu di masa sulit.

Investasi emas

Selanjutnya bisa lakukan investasi dalam bentuk lain yang lebih berisiko namun bisa mendatangkan keuntungan yang lebih besar. Perlu diingat sebelumnya agar benar-benar kuasai dulu ilmu dan seluk beluknya, terutama dari segi aspek hukumnya. Jenis investasi lainnya ialah dalam bentuk emas.

Tak heran jika orangtua jaman dulu biasanya membelikan emas untuk tiap anak yang lahir. Meski biasanya emas dalam bentuk perhiasan. Sedangkan agar maksimal maka sebaiknya dalam bentuk emas batangan atau dalam bentuk uang dinar dirham, yang relatif stabil dalam menghadapi laju inflasi.

Lalu bisa berkembang melakukan investasi dalam bentuk lain yang kurang likuid dan lebih tinggi risikonya namun mampu mendatangkan keuntungan yang lebih besar. Seperti dengan membeli saham, atau danareksa atau membeli dan bisnis properti dan lain sebagainya.

Cara mengatur keuangan di masa sulit

Kondisi keuangan tak selalu berjalan lancar dan mulus. Sehingga ibarat mau jatuh maka harus dipersiapkan bumper atau lapisan kasur sebagai alasnya agar pada saat jatuh tak terlalu sakit.

Deposito di banyak BPR tersebut bisa menjadi alas pelapis yang paling minimal di masa sulit, saat kena PHK misalnya atau ketika tak ada pemasukan uang sama sekali, agar tak sampai terlilit hutang, dan kebutuhan pokok tak terhindarkan setiap harinya masih bisa terpenuhi.

Jangan pernah melakukan hutang untuk keperluan konsumtif, apalagi berhutang pada pinjol dan menggunakan kartu kredit yang berbunga tinggi. Jika menguntungkan secara perhitungan maka baru boleh ambil pinjaman untuk usaha, bukan untuk keperluan konsumtif.

Itulah prinsip-prinsip cara mencapai kebebasan finansial yang perlu diterapkan dan dilaksanakan sejak dini, seawal mungkin.

Aura Putri

Ibu dua anak ini sejak kecil sudah suka menulis. Semua media dia isi dengan tulisan-tulisannya. Dari dinding, lantai, piring sampai selimut pun penuh dengan tulisannya. Sekarang dia menemukan dunianya. Menjadi seorang content writer dan dia bahagia menjalaninya.