Monday, December 6, 2021
Home Warta Jakarta Film Week (JFW) 2021

Jakarta Film Week (JFW) 2021

Jakarta Film Week 2021

sraddha.net – Jakarta Film Week (JFW) 2021 merupakan acara yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta. Acara ini akan berlangsung 18 – 21 November 2021. Festival film berskala Internsional ini diharapkan bisa membangkitkan lagi minat penikmat film untuk kembali ke bioskop.

“Kita berharap bisa membangkitkan lagi minat penonton film untuk kembali ke bioskop, dan menyulut semangat para sineas
agar terus berkarya, dan dengan begitu mendukung kebangkitan industri kreatif, khususnya film pascapandemi,” kata
head of department tourism and creative economy Jakarta City Government Andhika Permata dalam acara virtual
Press Conference Jakarta Film Week (JFW) 2021, Jumat (5/11).

Menurutnya, Jakarta Film Week akan menghadirkan pembuat film profesional dari dalam negeri dan juga melibatkan film maker internasional. Bukan hanya itu JFW juga dibuat untuk mengapresiasi film itu sendiri dan juga untuk melihat bagaimana penonton film Indonesia mengalami perkembangan dari masa ke masa.

“Kondisi pandemi juga membuat perusahaan film, khususnya di Indonesia beradaptasi dalam teknik bercerita, manajemen produksi, hingga pola distribusi film di banyak platform baru,” ujarnya.

Di sisi lain, pada saat pra-festival, Dinas Parekraf DKI Jakarta juga telah menyiapkan panggung untuk menayangkan empat film tematik. Film-film yang terpilih mewakili bidangnya masing-masing ini dikoordinir oleh Nia Dinata (Sutradara), Asmara Abigail (Pemeran), dan Amir Siregar (Kritikus Film).

Film-film tersebut adalah “Asmara Dara” (1958) karya Osmar Ismail, “Cintaku di Apartemen” (1987) karya Nia Abbas Akop, “Jakarta Opera” (1985) karya Sumandjaga, “Cinta” (2008) karya Kabir Bhatia. Film-film yang terpilih berasal dari tiga periode tertentu di Jakarta: 1950-1969, 1970-1989, dan 1990-2010.

Film-film tersebut dipilih berdasarkan evaluasi penggambaran Jakarta di bioskop, pendekatan estetika, kondisi sosial dan politik saat itu, dan dampaknya terhadap perbandingan film di Indonesia.

Shenina Cinnamon Festival Ambassador (photo:https://www.instagram.com/jakartafilmweek/)

Shenina Cinnamon Festival Ambassador JFW

Jakarta Film week juga memiliki festival ambassador, yaitu Shenina Cinnamon. Tugas Shenina yang akan mengajak penonton film, khususnya generasi muda untuk lebih mengenal tentang sebuah festival film.

“Sebagai festival ambassador saya ingin mengajak semua, khususnya generasi muda untuk lebih mengenal apa itu film festival. Bagaimana berjalannya dan ada apa aja di dalamnya. Buat khalayak ramai, mungkin bisa jadi tertarik dan ikut terjun ke industri perfilman setelah ikut hadir. Sementara untuk aktor dan sineas, ini adalah kesempatan untuk mempertemukan film dengan para penontonnya,” ucap Shenina.

JFW merupakan festival film internasional di Jakarta. Berbagai genre film berdurasi pendek dan panjang dari sineas lokal dan internasional yang rencananya diputar di bioskop dan secara virtual. Bukan hanya pemutaran film saja. JFW juga hadir dengan berbagai program menarik lainnya. Program-program tersebut bertujuan untuk mendukung sineas dan industri perfilman di antaranya: lokakarya, eksebisi, hingga membangun jejaring komunitas film.

“Potensinya sangat besar untuk keuntungannya bagi Jakarta. Film merupakan salah satu dari 17 subsektor ekonomi kreatif,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Gumilar Ekalaya usai peluncuran JFW di Jakarta.

Gumilar menjelaskan bahwa film menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) DKI Jakarta terbesar dari sektor ekonomi kreatif. Hal ini berdasarkan laporan studi penyusunan PDRB Ekonomi Kreatif DKI Jakarta yang dilaksanakan oleh BPS DKI Jakarta pada tahun 2018. PDRB di sektor ekonomi kreatif mencapai Rp256,44 triliun. Dari jumlah itu: film, animasi dan video tumbuh 9,65 persen dengan capaian sebesar Rp919,47 miliar.

Program Jakarta Film Week

Jakarta Film Week dibuka dengan world premiere dari film Indonesia yaitu Ranah 3 Warna yang disutradarai Guntur Soeharjanto, produksi MNC Pictures. Sedangkan film Whether The Weather is Fine karya sutradara Carlo Francisco Manatad dipilih untuk menjadi film penutup asal Filipina.

Sebelumnya film produksi Globe Studios ini tayang perdana di Locarno Film Festival ke-74 dan berkompetisi di The Script Development Fund, Asian Cinema Fund dari Busan International Film Festival 2014. Program film lain yang akan hadir yaitu Global Feature yang berisi pemutaran film panjang, Global Short yang berisi pemutaran film pendek, dari Indonesia, FIlipina, Malaysia, Thailand, China, Perancis, Jepang, Myanmar, Italia, Kanada, New Zealand, Hongkong, dan Korea Selatan.

Global Feature Award dan Global Short Award

Film panjang dan film pendek yang terpilih akan berkompetisi untuk memenangkan Global Feature Award dan Global Short Award. Hadir pula Direction Award, kompetisi khusus untuk film-film Indonesia yang diputar selama festival. Selain itu, para pelaku industri juga berkesempatan untuk memamerkan karya-karya mereka di ruang exhibition dan showcase yang terletak di lokasi utama festival.

Rina Damayanti selaku direktur festival mengungkapkan, “Sebagai festival film berskala internasional, Jakarta Film Week menjadi ruang pertemuan filmmaker dan film-film dari berbagai negara untuk memupuk dan mengembangkan jaringan industri kreatif dalam rangka membangun kebersamaan dalam beradaptasi dengan perkembangan baru dunia perfilman pasca pandemi,”

Program lain yang fokus pada pendanaan yaitu Jakarta Film Fund. Tim program Jakarta Film Week akan memilih lima ide cerita film pendek. Kelimanya akan mendapatkan dana dukungan untuk produksi dan mentoring dari pembuat film professional, movielab penyutradaraan, penulisan naskah dan penyuntingan gambar. Semua film yang telah selesai diproduksi akan ditayangkan pada saat festival berlangsung.

Info lengkap JFW

Selama Jakarta Film Week diselenggarakan juga program Masterclass untuk pekerja film profesional, Talks untuk diskusi isu terkini dalam industri film, dan juga Community sebagai wadah bertukar pengalaman dan memperkuat jaringan.

Jakarta Film Week diharapkan bisa menjadi wadah bagi para pelaku industri film Indonesia. Terlebih di Jakarta agar semakin berkembang baik secara wacana maupun keterampilan juga pengembangan jaringannya. Selain itu diharapkan dapat menjadi pemicu bagi industri film di daerah lain. Sehingga diharapkan bisa meningkatkan kualitas industri film di Indonesia untuk semakin berkembang secara keseluruhan. Seluruh program dan informasi tentang Jakarta Film Week selengkapnya bisa diakses melalui laman www.jakartafilmweek.com.

RELATED ARTICLES

Disbud Jogja Akomodasi Pelaku Seni Budaya dengan Aplikasi Sapa Budaya

Selasa (9/11/2021) di sebuah hotel di kawasan Jalan Margautama, Haryadi Suyuti selaku Wali Kota Jogja bersama dengan Yetti Martanti Kepala Dinas Kebudayaan...

BERITA DUKA : GUNAWAN ‘CINDHIL’ MARYANTO

Gunawan 'Cindhil' Maryanto Sejenak mari kita naikan doa terbaik untuk mendiang seniman Gunawan 'Cindhil' Maryanto ( penulis, sutradara...

SMK Komputama Majenang Sekolah Berbasis Pesantren dan tembang Panyuwunan

SMK KOMPUTAMA MAJENANG : Spesialis 3 Bahasa Asing Berbasis Pesantren SMK Komputama Majenang adalah...